Thursday, June 25, 2015
Tuesday, June 16, 2015
Alat-alat input dan output pada sistem computer, Perbedaan Interprenter dan Compiler dan Jenis-jenis brainware
ALAT-ALAT INPUT PADA SISTEM COMPUTER
Periferal
masukan atau input device adalah perangkat keras yang berfungsi untuk
memasukkan data/instruksi ke dalam CPU (central processing unit) komputer
sebagai perangkat pemrosesan komputer. Perangkat yang termasuk ke dalam
periferal masukan di antaranya sebagai berikut:
1. Keyboard
Keyboard adalah alat yang berfungsi untuk memasukkan
data/instruksi berupa kode-kode ke komputer melalui penekanan tombol-tombol
(tuts). Ketika menekan salah satu tombol maka sinyal listrik dikirim ke
komputer. Sinyal tersebut akan diterjemahkan sebagai nilai biner. Nilai inilah
yang akan dikonversikan dan akan disimpan pada RAM komputer kemudian akan
dimunculkan pada layar.
2. Mouse
Mouse berfungsi untuk mengatur posisi kursor pada
layar monitor, menggeser gambar (image), memilih dan menjalankan menu atau
ikon. Cara kerja mouse adalah bola karet mouse yang menyentuh permukaan akan
bergerak saat mouse digerakkan. Bola tersebut akan menggeser kedua batang roda.
Batang roda yang satu akan mewakili gerakan mouse secara vertikal (arah x),
sedangkan batang roda lainnya akan mewakili gerakan mouse secara horizontal
(arah y) dalam software driver mouse. Nilai inilah yang akan menjadi ukuran
gerakan kursor pada layar monitor.
3. Joystick
Joystick
merupakan alat masukan yang berfungsi membaca data dengan media mekanis.
Joystick digunakan sebagai alat bantu dalam program permainan komputer. Alat
ini pada dasarnya memiliki sebuah tongkat yang dapat digerakkan hingga 360o.
Dengan menggerakkan tongkat tersebut maka akan keluar sinyal pada komputer
sesuai dengan gerakan tongkat tersebut. Gerakan inilah yang akan ditampilkan
pada layar monitor.
4. Scanner
Scanner
adalah alat untuk memindai atau menyalin dokumen tercetak seperti gambar, foto,
atau tulisan menjadi data digital yang dapat diproses oleh komputer.
5. Kamera Digital
Alat ini
digunakan untuk mengambil sebuah objek. Kamera ini tidak menggunakan roll film
sebagaimana layaknya kamera yang kamu kenal selama ini. Salah satu program
komputer yang dapat mengolah foto atau gambar yang dihasilkan oleh kamera
adalah Adobe Photoshop.
6. Mikrofon
Mikrofon
berfungsi untuk memasukkan data berbentuk suara ke dalam komputer. Alat ini
harus kita hubungkan ke kartu suara (soundcard) agar dapat menerima input
berupa suara. Dengan bantuan perangkat lunak tertentu, input suara tersebut
dapat kita edit dan kita simpan di komputer.
7.
Touchpad
Unit masukkan ini biasanya dapat kita temukan pada laptop dan notebook, yaitu dengan menggunakan sentuhan jari. Biasanya unit ini dapat digunakan sebagai pengganti mouse. Selain touchpad adalah model unit masukkan yang sejenis yaitu pointing stick dan trackball.
Unit masukkan ini biasanya dapat kita temukan pada laptop dan notebook, yaitu dengan menggunakan sentuhan jari. Biasanya unit ini dapat digunakan sebagai pengganti mouse. Selain touchpad adalah model unit masukkan yang sejenis yaitu pointing stick dan trackball.
ALAT-ALAT OUTPUT PADA SISTEM COMPUTER
Informasi yang telah diproses oleh komputer
ditampilkan kepada pengguna melalui alat output. Beberapa alat output yang
banyak digunakan dalam sistem komputer adalah sebagai berikut:
1. Monitor
Monitor
adalah alat output utama dalam sistem komputer yang berfungsi menampilkan
perintah maupun hasil pengolahan data secara langsung. Dewasa ini kita mengenal
dua jenis monitor, yakni monitor CRT (Cathode Ray Tube) dan monitor LCD (Liquid
Crystal Display). Jumlah warna yang mampu ditayangkan monitor bervariasi mulai
256 color, 16 bit color (high color) hingga 24 bit color (true color). Monitor
komputer umumnya memiliki refresh rate (kecepatan pergantian gambar) 60 Hz, 70
Hz, 72 Hz, 75 Hz dan 85 Hz. Besar kecilnya refresh rate monitor dapat kita atur
melalui sistem operasi komputer.
2. Printer
Printer
adalah alat untuk menampilkan hasil pengolahan data dalam bentuk cetakan. Hasil
cetakan dapat berupa teks, angka, maupun gambar. Ada tiga jenis printer yang
saat ini beredar di pasaran, yakni printer dot matrix, printer inkjet, dan
printer laser.
3. Proyektor LCD
Proyektor
LCD adalah alat yang berfungsi menampilkan objek yang dihasilkan komputer ke
bidang lain yang lebih besar, misalnya layar presentasi atau tembok. Alat ini
biasanya digunakan sebagai alat bantu saat presentasi dan rapat maupun sebagai
media pembelajaran. Selain dihubungkan ke komputer, alat ini dapat juga
dihubungkan ke VCD/ DVD player sehingga dapat difungsikan sebagai home theater.
Ukuran kekuatan sinar yang dipancarkan proyektor LCD proyektor biasanya
dinyatakan dalam satuan ANSI lumens. Semakin besar ANSI lumens, semakin tinggi
pula intensitas cahaya yang dipancarkan suatu proyektor LCD.
4. Speaker
Speaker
merupakan alat output audio. Fungsinya mengeluarkan suara dari pengolahan data
audio yang terjadi di dalam komputer. Saat ini, komputer tidak hanya berfungsi
sebagai alat komputasi, namun juga menjadi media hiburan. Tidak heran jika
produk-produk speaker aktif untuk komputer memiliki kualitas suara yang bagus.
PERBEDAAN INTERPRENTER DAN KOMPILER
Interpreter
adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh
programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin
melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah
yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil
mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut. Proses ini sangat
berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa
satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan
dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.
Sedangkan
Compiler sendiri adalah program
sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemrogaman.Perangkat lunak yang
melakukan proses penterjemahan code (yang dibuat programmer) ke dalam bahasa
mesin. Hasil dari terjemahan ini adalah bahasa mesin. Pada beberapa compiler,
output berupa bahasa mesin dilaksanakan dengan proses assembler yang berbeda.
Untuk lebih
jelas mengenai perbedaan antara Interpreter dengan Compiler, ada baiknya saya
jelaskan lebih terperinci mengenai dua hal ini.
Perbedaan
antara Compiler dengan Interpreter :
1. Jika hendak
menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh kode sumber.
Kalau interpreter butuh kode sumber.
2. Jika dengan
kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam dua
tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking (
penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses
terpisah.
3. JIka compiler
membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library
demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter
tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam
library.
4. Interpreter
cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil
). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek
kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek
dengan library yang diperlukan.
5. Pada kompiler
bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada
yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang
dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau
bahkan tidak bisa dioptimasikan
JENIS-JENIS BRAINWARE
Brainware adalah perangkat komputer
yang bisa berfikir, yaitu manusia. Brainware dibagi menjadi 4 Jenis, yaitu :
- System analyst. Tugas utamanya adalah merencanakan rancangan program, bagaimana program tersebut berjalan, tampilannya seperti apa, fungsinya seperti apa, dan sejenisnya.
- Programmer . Ketika perencanaan sudah selesai, maka diberikan kepada programmer untuk dibuatkan proggram yang sesuai dengan keinginan system analyst.
- Administrator . Tugas utamanya adalah mengelola aplikasi yang telah di buat oleh programmer agar aplikasi tersebut bisa digunakan oleh pengguna akhir dengan benar.
- End-User (Pengguna Akhir) adalah pengguna komputer yang tidak tahu-menahu tentang pembuatan dan pengelolaan program. End-user hanya menggunakan program/aplikasi yang telah dibuat oleh Brainware diatas.
Monday, June 8, 2015
Langkah-langkah Merawat Leptop dan Penyebab Kerusakan Leptop
A. LANGKAH LANGKAH MERAWAT LEPTOP
1. Jangan
Terlalu Sering Menggunakan Laptop untuk Bermain Game Berat
Kebiasaan buruk inilah yang sering dilakukan oleh
pemilik laptop yang sangat suka gaming atau gamer. Menggunakan laptop untuk
bermain game berat dalam waktu yang lama dapat menyebabkan komponen di dalam
laptop mengalami overheat. Selain itu, kebiasaan buruk tersebut salah
satu penyebab baterai laptop anda bocor.
2. Jauhkan
Minuman dari Laptop Anda.
Minuman yang tumpah pada laptop dapat menyebabkan
kerusakan pada hardware di dalamnya. Karena air merupakan musuh utama rangkaian
elektronik, alangkah baiknya untuk menjauhkan minuman dari laptop anda. Saya
sarankan untuk memberi keyboard protector agar dapat mencegah resiko masuknya
cairan pada celah-celah keyboard.
3. Jangan
Menggunakan Laptop di atas Kasur
Tidak bisa dipungkiri bahwa menggunakan laptop di atas
kasur lebih nyaman. Tetapi perlu diperhatikan, bahwa menggunakan laptop di atas
kasur menyebabkan panas dari laptop tidak keluar dengan sempurna sehingga
laptop pun mengalami overheat.
4. Jangan
Menaruh Barang Berat di atas Laptop
Kebiasaan ini sering di anggap sepele oleh pemilik
laptop, padahal kebiasaan buruk ini akan berakibat fatal. Hindari menaruh
barang berat di atas laptop. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada
layar laptop sekaligus komponen lainnya.
5. Bersihkan
Layar Laptop secara Rutin
Saya sarankan membeli screen protector atau pelindung
layar terlebih dahulu, guna melindungi layar laptop kesayangan anda dari
goresan. Bersihkan pula layar laptop anda dari debu-debu yang menempel secara
rutin.
6. Bersihkan
Optical Drive Laptop Anda
Perlu anda ketahui, Optical Drive/ DVD ROM
laptop sangat rentan terhadap debu. Dikarenakan dapat mengganggu proses
pembacaan data dari CD/ DVD. Bersihkan debu-debu yang menempel pada Optical
Drive pada laptop anda secara rutin. Berhati-hatilah ketika memasukkan CD/ DVD
pada Optical Drive karena lensa optik pada Optical Drive sangat rentan.
7. Jauhkan
Laptop dari Jangkauan Anak Kecil
Jauhkan laptop kesayangan anda dari jangkauan anak
kecil untuk menghindari hal yang tidak di inginkan. Namanya juga anak kecil,
bisa jadi mereka menganggap laptop kesayangan anda sebagai mainan.
8. Jauhkan
Makanan dari Laptop
Lebih berhati-hatilah ketika menaruh makanan atau
sedang asyik ngemil di dekat laptop. Pastikan sisa makanan tidak
berjatuhan pada celah-celah keyboard. Hal tersebut dapat mengganggu kinerja
keyboard pada laptop.
9. Jauhkan
Laptop dari Sinar Matahari
Hindari kontak langsung antara laptop kesayangan anda
dengan sinar matahari. Dikarenakan beberapa komponen laptop rentan mengalami
kerusakan jika terkena sinar matahari secara langsung.
10. Jangan
Sembarangan Mengunduh Software dari Internet
Mengunduh software sembarangan dari internet dapat
memperbesar kemungkinan serangan virus pada laptop. Saya sarankan untuk
menginstal Antivirus pada laptop kesayangan anda dan lebih berhati-hati ketika
mengunduh apapun dari internet.
11. Jangan
Menggunakan Laptop Terlalu Lama
Laptop berbeda dengan komputer yang dapat bekerja
selama 24 jam nonstop tanpa istirahat. Gunakan laptop seperlunya saja, jika tidak
digunakan sebaiknya anda matikan laptop anda. Menggunakan laptop terlalu lama
juga merupakan faktor yang membuat laptop mengalami overheat.
12.
Perhatikan Suhu Laptop Anda
Banyak pemilik laptop yang tidak memperhatikan suhu
pada laptop mereka. Padahal suhu yang tinggi merupakan salah satu penyebab
overheat pada laptop.
Seperti yang di alami teman sekelas saya, dia sering
menggunakan laptopnya untuk bermain game berat tanpa memperhatikan suhu pada
laptopnya. Alhasil, setelah saya cek suhu hardwarenya menggunakan software
HWMonitor. Mengejutkan sekali, suhu laptopnya mencapai 90°C! Hampir mendekati
suhu air mendidih yaitu 100°C. Padahal laptop tersebut masih berumur kira-kira
1 tahun.
B. PENYEBAB KERUSAKAN LEPTOP
Terkadang banyak diantara konsumen mempertanyakan
tentang apa penyebab utama kerusakan pada laptop. Untuk menjelaskan pertanyaan
ini, kami membagi kerusakan pada laptop menjadi dua bagian, yaitu:
- Kerusakan yang di sebabkan oleh usia pemakaian
- Kerusakan yang di sebabkan oleh kesalahan pemakai (user)
- Kerusakan yang memang kegagalan product ( pabrikasi/ cacat produk )
1. Kerusakan
Yang di sebabkan oleh Usia Pemakaian
Yang di maksud dengan kerusakan ole usia pemakaian
adalah kerusakan yang timbul seiring umur / usia pakai dari barang tersebut. Sebenarnya
setiap barang elektronik yang kita gunakan memiliki usia pakai. Misalnya
harddisk pada laptop, memiliki usia pakai selama 10.0000 jam . Jika
pemakian rata-rata per hari selama 12 jam, maka kira-kira hardisk tersebuat
akan mulai turun kinerjanya atau mungkin rusak setelah di pakai selama 2tahun 3
bulan.
2. Kerusakan Yang Di Sebabkan Oleh Kesalahan Pemakai
(User)
Kerusakan ini terjadi di karenakan cara pengoperasian
(pemakaian ) yang salah dari si pemilik barang. Contoh: perbedaan
tegangan jaringan listrik antara 110v dengan 220v. Terkadang saat kita membeli
barang dari luar Indonesia (semisal Jepang), kita tidak memperhatikan lagi
berapa tegangan yang di butuhkan untuk mengoperasikan barang tersebut.Saat
tegangan yang di butuhkan hanya 110v tapi kita memberikan 220v maka otomatis
barang tersebuat akan rusak terbakar. contoh lain: Kebiasaan kita menggunakan
laptop di atas kasur tempat tidur atau karpet wol. Hal ini menyebabkan
sirkulasi udara sistem pendingin pada laptop terganggu dengan tertutpnya bagian
bawah laptop. Akibatnya suhu Mainboard dan komponen elektronik (terutama
chipset) menjadi over heat sehingga mengakibatkan kerusakan.
3. Kerusakan Yang Merupakan Kegagalan Pabrikas
Kerusakan pabrikasi adalah kerusakan akibat kegagalan
QC (Quality Control) menyeleksi atau bahkan merancang product tersebut.
Kerusakan pabrikasi di tandai oleh kesamaan ciri - ciri kerusakan ( sindrome
kerusakan) terhada satu merk product pada tipe tertentu. Misalkan sebagai
contoh: Produsen A memproduksi laptop dengan type 1B. Setelah produk tersebuat
di jual, ternyata sebagian besar mengalami kerusakan dengan sindrome (
ciri-ciri kerusakan) yang sama.
Pernah kami dihadapkan oleh permasalahan dimana Acer Aspire 2920z memiliki kesamaan kerusakan yaitu tidak respon saat di tekan tombol ON. Laptop tidak mau hidup. Kami sering mendapatkan kerusakan Aspire 2920z ini dengan sindrome tidak mau hidup saat di tekan tombol ON. Memang kami tidak pernah menanyakan secara resmi ke pihak Acer, jadi kami tidak berani mengatakan ini merupakan kegagalan produk dari Aspire 2920z. Kalo untuk produk TOSHIBA, kami juga sering menemukan bahwa Satellite M200 memiliki sindrome kerusakan berupa terganggunya tampilan VGA pada LCD saat menggunakan AC Adaptor.
Pernah kami dihadapkan oleh permasalahan dimana Acer Aspire 2920z memiliki kesamaan kerusakan yaitu tidak respon saat di tekan tombol ON. Laptop tidak mau hidup. Kami sering mendapatkan kerusakan Aspire 2920z ini dengan sindrome tidak mau hidup saat di tekan tombol ON. Memang kami tidak pernah menanyakan secara resmi ke pihak Acer, jadi kami tidak berani mengatakan ini merupakan kegagalan produk dari Aspire 2920z. Kalo untuk produk TOSHIBA, kami juga sering menemukan bahwa Satellite M200 memiliki sindrome kerusakan berupa terganggunya tampilan VGA pada LCD saat menggunakan AC Adaptor.
Terhadap kerusakan yang telah kami sebutkan diatas,
ternyata kerusakan yang di sebabkan kesalahan pemakai(user) persentase nya
lebih besar. Kebiasaan pemakaian laptop berlama - lama juga menjadi penyebab
tidak awetnya sebuah laptop. Jangan samakan kekuatan sebuah laptop dengan
Desktop PC yang mampu di operasikan bahkan berhari - hari secara kontinue tanpa
di matikan. Pengoperasian laptop sebaiknya cukup 3-4 jam, setelah itu
istirahatkan laptop anda sekedarnya( dimatikan untuk 10-20 menit) . Setelah itu
dapat di pakai kembali. Gunakan pendingin tambahan (cooling pad) sekiranya suhu
ruang tempat pengoperasian laptop terasa panas. Ini untuk mengurangi kerusakan
chipset akibat overheat. Jangan gunakan laptop untuk bermain game - game berat
( game yg membutuhkan spesifikasi hardware tinggi dengan detail gambar 3D yg
cukup tinggi pula). Perhatikan indikator battery pack laptop anda, apakah sudah
full atau tidak. Janagn biasakan membiarkan laptop dalam kondisi terkoneksi
dengan AC adaptor padahal battery pack sudah terisi penuh. Jauhkan benda - benda
cair dari sekitar laptop, karna seringkali laptop dengan tidak sengaja terkena
tumpahan air. Pastikan tidak ada benda apa pun di atas keyboard laptop anda
saat hendak menutup panel LCD laptop.
Subscribe to:
Posts (Atom)
